Blog Ini Pindah!

•September 3, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Yap, blog ini akan dihentikan update-nya. Update selanjutnya akan diteruskan di http://dirgita.wordpress.com dan/atau http://dirgita.kemudian.com.

Terima kasih^^

Ubunchu!: Komik Romantis Linux Ubuntu

•Juni 14, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Sinopsis

Komik karya Hiroshi Seo ini berjudul Ubunchu!. Kisahnya sendiri mengenai sebuah klub k administrasi sistem di sebuah sekolah di Jepang.

Kover Ubunchu! volume 2.

Kover Ubunchu! volume kedua, yang berjudul Inggris "CLI with Gnomes".

Klub ini terdiri atas tiga orang, di mana masing-masing sebagai ketua, wakil ketua, dan anggota. Sang ketua adalah seorang gadis keras kepala bernama Kisaragi Akane. Beliau tidak mengenal sistem operasi ber-GUI, hanya menggunakan Linux dalam pekerjaan sehari-harinya dalam modus teks.

Bertolak belakang dengan Madou Misato sang wakil ketua. Pengguna Windows tersebut selalu menjadi lawan berkelahi Akane. Satu-satunya anggota klub bergender laki-laki dan hobi memainkan video game berating dewasa.

Persentase kekuasaan antara Akane, Misato, dan Risa. Selaras dengan persentase pengguna OS favorit masing-masing.

Persentase konflik antara Akane, Misato, dan Risa. Selaras dengan persentase pengguna OS favorit masing-masing.

Dan satu-satunya anggota klub, ialah seorang gadis pengguna Mac. Namanya Shiina Risa. Ia adalah penengah apabila sang Ketua Klub bertengkar dengan Wakil Ketua. Karena pengguna Mac yang terkenal akan keindahan grafis desktop, Risa tergila-gila pada Ubuntu karena efek desktop yang dipakai oleh distro tersebut.

Histori

Komik ini sendiri pernah diterbitkan dalam edisi cetak di Jepang oleh ASCII Magazine. Namun pada akhirnya, dirilis pula sebagai komik elektronik berlisensi CC-by-NC. Karena berupa komik yang bersifat terbuka dan bebas (bukan untuk kepentingan komersial), komik ini telah beredar dengan segala macam bahasa, termasuk Indonesia.

Informasi Lebih Lanjut

Untuk sumber utama, bisa merujuk ke blog http://doctormo.wordpress.com. Sementara versi bahasa Indonesia hingga volume dua (saat artikel ini ditulis), bisa merujuk ke blog http://blackclaw.wordpress.com.

OOo Writer: Menyisipkan Nomor Halaman

•Juni 3, 2009 • & Komentar

Ngaco! Di OOo Writer, kok, kayaknya ga bisa nyisipin nomor halaman? Eh, bisa, Bung! Di bawah ini caranya.

  1. Klik menu Format > Page…. Akan muncul sebuah dialog bernama Page Style.
  2. Klik tab Header dan beri centang Header on untuk nomor halaman di atas.
  3. Atau, klik tab Footer dan beri centang Footer on untuk nomor halaman di bawah.
  4. Klik OK.
  5. Letakkan tanda sisip pada tajuk (header) yang tercipta. Tajuk akan muncul apabila langkah 2 yang dilakukan. Posisi tajuk tentunya ada di sisi paling atas halaman.
  6. Atau, letakkan tanda sisip pada kaki (footer) yang tercipta. Kaki akan muncul apabila langkah 3 yang dilakukan. Posisinya berada di sisi paling bawah.
  7. Klik menu Insert > Fields > Page Number.
  8. Untuk perataan nomor sendiri, seperti rata kiri, kanan, atau tengah, Anda bisa memanfaatkan tombol TAB atau CTRL+R, CTRL+E, maupun CTRL+L.

Keterangan:

  1. Tanda sisip adalah garis hitam berkedip di halaman kerja. Untuk memindahkan tanda itu, bisa digunakan klik, ENTER, maupun tombol panah yang ada di papan ketik.
  2. Penggunaan tombol TAB berpedoman pada patok tabulasi yang tampak di penggaris horisontal.
  3. CTRL+R untuk rata kanan.
  4. CTRL+E untuk rata tengah.
  5. CTRL+L untuk rata kiri.

Cara yang sama juga ada di buku Dasar-dasar OpenOffice.org 3.0 Writer. Selamat mencoba~.~

OOo Writer: Indentasi Gantung

•Juni 3, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Ada dua langkah. Pertama, melalui jendela Paragraph dan kedua adalah langkah langsung di penggaris.

Melalui Jendela Paragraph

  1. Klik menu Format > Paragraph.
  2. Pilih tabulasi Indents & Spacing.
  3. Isikan angka positif (misalnya, 5 cm) pada Before text.
  4. Isikan angka negatif (misalnya, -5 cm) pada First line.
  5. Klik OK.

Melalui Penggaris

Tekan CTRL sembari menyeret patok segitiga bawah di sisi kiri penggaris horisontal.

Cara yang sama juga ada di buku Dasar-dasar OpenOffice.org 3.0 Writer. Selamat mencoba~.~

CD Nggak Bisa Dijadin Alat Kontrasepsi

•Februari 1, 2009 • 1 Komentar

Beberapa berpendapat, transfer-transfer data antarkomputer itu lebih baik pake CD ketimbang UFD (ato flash disk). Alasannya: katanya, sih, supaya nggak kena wabah HIV (hyper-infection viruses). Persentase keinfeksi sama virus bisa sangat tinggi kalo kita bagi-bagi data pake barang itu.

Tapi, apa itu 100% bener?

Eh, Virus yang Mana, nih?

Inget, ya? Yang dibicarain Gita di sini adalah virus komputer. Jadi, bukan virus manusia ato kutu kucing.

(Nggak biasanya kata ganti orang pertama pake Gita. Jangan terkecoh, ya? Baca, tuh, halaman Siapa Saya?)

Penyebaran Virus

Setahu Gita, virus bisa menyebar melalui beragam media. Mulai dari jaringan nirkabel seperti bluetooth dan infra merah, bisa pula merambat di kabel seperti kabel telepon (modem) dan jaringan (LAN maupun Internet).

Selain tersebar bebas seperti di atas, bisa pula menginfeksi korbannya melalui alat suntik (UFD), makanan (disket, CD, DVD), maupun transfusi saat direparasi.

Tingkat Kerentanan Masing-masing Medium

Kata orang-orang, sih, jaringan (baik kabel maupun nirkabel) masih menjadi medium yang sangat cocok bagi virus untuk menyebar dan berkembang biak. Liat aja ke warnet. Tiap kali Gita pulang dari sana, hampir selalu aja ada virus dalam UFD Gita. Pokoknya, udah kayak tempat maksiat. Salah-salah, pulang ke rumah, kompi kesayangan jadi ikut demam, dan syukur-syukur nggak mesti diopname dan akhirnya cuci darah ato meninggal.

Ati-ati juga kalo nge-net pake hotspot, GPRS, 3G, sharing bareng dengan bluetooth ato infra merah. Yang namanya hotspot, GPRS, dan 3G biasanya untuk penetrasi Internet. Ya, sama aja kayak kasus paragraf di atas. Begitu pun GPRS dan 3G. Selain itu, kita juga bisa keinfeksi kalo sering-sering bagi berkas yang nggak jelas via bluetooth/infra merah ponsel/komputer. Siap-siap aja. Tinggal tunggu ponsel kamu nelepon sendiri, nge-SMS sendiri, ato ketawa sendiri.

Ini udah kejadian (meski belum sangat parah). Malam kemaren waktu kakak sepupu Gita (yang juga namanya Gita) mampir ke rumah. Kakak pingin belajar komputer. Singkat kata, penjelasan sampe ke materi virus. Aku saranin supaya Kakak nggak sembarangan ngisi lagu (bajakan) di kios-kios atau bagi-bagi sama temen via dua koneksitas itu. Eh, baru dibilangin, waktu mau ngambil foto dari memori HP-nya, ketahuan, deh, ada sekitar lima virus di MC ponselnya. Satu di antaranya dari genus W32.Silly.Downloader dan lainnya Worm. Alhamdulillah, pake Linux. Makanya langsung bisa dibasmi.

Gimana dengan UFD? Yang ini, sih, jangan ditanya lagi. Barang mungil dengan kapasitas raksasa itu bisa diibarat sebagai jarum suntik bermata dua. Di lain pihak, bisa sangat ngebantu waktu transfer data. Di lain sisinya lagi, mirip banget sama jarum suntik untuk pesta narkoba. Makanya, beberapa orang jadi hiperprotektif kalo ngeliat UFD. Mati-matian nggak mau UFD nancep di CPU komputernya, kecuali dia sendiri udah yakin kalo UFD yang dipake udah steril.

Nah, untuk mengakali ini, beberapa orang lebih memilih CD ketimbang pake UFD. Katanya, sih, aman. Ga tahu, dapat informasi/logika dari mana. Mungkin, karena proses penulisan CD/DVD yang pake pembakaran. Jadinya, insya Allah, steril. Kuman-kumannya pada mati dibakar.

Ampun, deh.

Secara, CD alias cakram padat itu sama aja mirip dengan keluarga-keluarganya yang lain, semisal DVD, UFD, disket, sampe kartu memori (MC). Mereka semua sama-sama untuk menyimpan data. Data jenis apa pun itu udah pasti bisa masuk, kecuali data yang kegedean, ya, otomatis ditendang jauh-jauh. Virus yang jasadnya cukup renik, dapat dipastikan bisa nyisip.

Gita mohon maaf aja jika nyebut nama prodak. Kalo kamu beli majalah PCMedia, di DVD/CD bonusnya kamu bisa lihat tulisan “100% Virus Free Protected by PCMAV + CLAMAV“. Itu apa artinya? Artinya, pihak kendali kualitas bonus DVD/CD PCMedia selalu mengontrol bonus-bonus supaya nggak ketularan virus, nggak sebagai pembawa bibit-bibit penyakit ke komputer Anda-Anda semua. Dan yang lebih penting lagi, CD/DVD itu juga sebenarnya nggak aman, sama kayak UFD. Dan yang lebih parah lagi. Kalo virusnya tercetak di CD-Recordable atau CD-ROM. Wah, udah kayak fosil nyamuk di getah pohon, tuh.

Gita, sih, nggak bisa ngebayangin kalo mesti mengalami kejadian seperti di bawah ini.

Data cadangan kesayangan udah dicetak di CD. Kompi yang penyakitan udah keluar dari cuci darah dan fresh kayak masih muda. Eh, setelah diperiksa di laboratorium, CD data kesayangan ternyata juga menyimpan virus. Nah, lho? Mau gimana? Dikasih ke kompi yang udah sehat, ntar sakit lagi. Nggak dimasukin, di CD itu ada data penting. Gita jangan-jangan bisa nangis bombay.

Kesimpulan

Kata Bang Asep, CD ato DVD, meski sama-sama menjalani proses pembakaran saat mentransfer data, sebenernya sama-sama nggak aman seperti MC maupun UFD. Sama-sama bisa bawa bibit penyakit. Yang lebih parah, virus yang tertulis di CD/DVD sangat sulit bahkan nggak bisa disterilkan. Yang pasti, nggak semudah membasmi virus di UFD/MC.

Saran

Kata Mas Damar, kita mesti siapin pelindung buat komputer. Setidaknya, pake antivirus/firewall yang selalu di-update. Kalo nggak medical checkup teratur, sama aja bo’ong. Virus di luaran sana bermutasi tiap saat, sementara obatnya selalu datang di belakang.

Kata Om Ikhwan, jangan beli CD/DVD bajakan ato injeksi lagu/aplikasi/game di konter-konter nggak jelas. Selain katanya dilarang agama (Islam), produsen CD/DVD bajakan itu adalah industri rumah tangga yang umumnya jauh dari higienis. Beberapa memang menggandakan pake mesin di pabrik (dan mudah-mudahan terkontrol), beberapa lainnya pake CD-Writer ato DVD-Writer yang nemplok di CPU (komputer pribadi). Beragam jenis berkas, mulai dari lagu-lagu nasyid sampe film bok*p udah ngendap di sana. Virus pun begitu. Nah, virus-virus ini bisa aja ngikut waktu disalin ke CD/DVD. Waktu diputer di standalone CD/DVD player, kayaknya, sih, nggak ngaruh. Tapi waktu disalin ke kompi buat dijual lagi (karena buka konter HP), virusnya bisa nyebar. Akhirnya, cari korban berupa pelanggan yang mampir buat injeksi aplikasi/game/lagu.

Kalo bosen tiap waktu mesti medical chekup, mending pertimbangkan untuk beralih ke platform Linux. Setidaknya, sampe sekarang, sistem operasi ini terkenal dengan imunitasnya yang sangat tinggi. Terbukti. Setahun terakhir ini Gita hampir selalu Internetan via HP CDMA yang dicolokin ke kompi. Nah, kompinya pake OS Linux. Aman-aman aja, tuh. Nggak ada virus, meski sesekali Gita suka nyasar ke situs-situs “primitif” (yang katanya banyak banget miara virus!). Paling-paling, beberapa teman suka datang buat minta diperiksa UFD-nya. Yah, itung-itung buka klinik periksa virus.

Linux itu sifatnya free, loh. Free di sini nggak selalu free of charge alias gratis, tapi bebas. Bebas digunakan, dibagi-bagiin, bebas pula diubah sesuai selera. Memang, sih, beberapa ada yang bisa didapat gratis dan legal. Kalo ada yang legal dan murah meriah, ngapain pake yang murah meriah tapi nggak legal? Nambah-nambahin dosa aja.

Buku Dasar-dasar OOo Writer dan OOo Calc Dirilis

•Januari 23, 2009 • & Komentar

Alhamdulillah. Benar-benar bersyukur kepada Allah, karena pada awal tahun ini, saya berhasil menyelesaikan buku “Dasar-dasar OpenOffice.org 3.0 Writer” dan “Dasar-dasar OpenOffie.org 3.0 Calc”. Dengan dirilisnya buku tersebut, semoga saja bisa membantu siapa saja yang ingin mempelajari OOo Writer maupun Calc, namun sulit untuk menemukan sumber yang berbahasa Indonesia.

Kedua buku tersebut di atas dirilis di bawah lisensi OPL, sehingga siapa pun dapat mengunduhnya serta menyebarkan ulang. Tentunya, dengan mentaati klausul yang ada pada OPL. Salinan OPL sendiri saya sertakan pada bab terakhir masing-masing buku.

Kedua buku tersebut di atas memang membahas hal-hal dasar dalam menggunakan OOo Writer dan OOo Calc, seperti membuka dan menutup aplikasi, menyimpan dokumen, mencetak, bekerja dengan halaman, teks, grafis, dan fontwork.

Selain itu, pada buku “Dasar-dasar OpenOffice.org 3.0 Writer”, juga diselipkan bab khusus untuk membahas OpenOffice.org Math. OOo Math ialah aplikasi penyunting formula. Tentunya, digunakan untuk membuat bentuk formula, bukan untuk menghitung. Aplikasi ini pasti sangat membantu, terutama bagi mahasiswa jurusan Fisika, Statistik, maupun Matematika.

Selanjutnya, saya ucapkan selamat mengunduh dan membaca. Silakan unduh dari halaman Rak Buku. Dan apabila ada kritik maupun saran mengenai buku-buku tersebut, jangan sungkan untuk mengirim e-mail kepada saya. Mohon maaf, apabila terdapat kekurangan pada buku-buku tersebut. Insya Allah, akan semakin baik pada edisi selanjutnya.

Novel PRoBLeMoNeY Dirilis

•Januari 10, 2009 • & Komentar

Setelah menunggu sekitar empat tahun lamanya, novel yang semula hanya berjudul PRoBLeM ini, alhamdulillah, akhirnya dirilis.

Ringkasan

Novel ini berkisah mengenai seorang siswa SMA bernama Ardo. Pemuda itu menderita pelupa yang akut, sehingga suatu ketika harus terlibat masalah pelik akibat penyakitnya itu, yakni menghilangkan uang OSIS dengan nominal yang mungkin tidak bisa ia ganti. Ardo hanyalah putra seorang janda dari keluarga sederhana.

Dalam keseharian Ardo, ia memiliki teman-teman yang cukup dekat. Di antaranya adalah Eka, putri tunggal pasangan pengusaha. Bisa dibilang, siswi ini memiliki otak yang cemerlang sehingga ia harus mati-matian mempertahankan prestasi akademisnya. Eka memiliki sepupu yang agak aneh bernama Adri (ketua OSIS).

Tak ketinggalan pula Syukur dan Rizal. Dua curut tersebut biang onar di kelas, tetapi bukan termasuk siswa yang terjerumus ke dunia gelap. Lebih tepatnya adalah siswa dengan “masa kanak-kanak yang suram”.

Ucapan Terima Kasih

Novel ini diketik dan di-layout dengan bantuan LaTeX dan LyX di sistem Linux dan didedikasikan untuk teman-teman semasa SMA yang kini sudah sangat jarang sekali berjumpa. Mulai dari Rizal Ashari, M. Syukur, dan Aprianto (aka Adriano), hingga Tri Manja Ariansyah. Terima kasih pula kepada Bapak Rusmanto Maryanto (InfoLINUX) untuk usulan lisensi. Dan beribu terima kasih kepada Anda yang telah meluangkan waktu untuk membaca novel ini.

Memperoleh Novel

Novel PRoBLeMoNeY dirilis di bawah lisensi CC-by-ND-NC dan dapat diunduh di blog ini. Silakan lihat halaman Serambi Novel.

Selamat Tahun Baru Masehi (1 Januari 2009 M)

•Januari 2, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Meski agak-agak telat, tetapi suasana tahun baru masih terasa.

Oke, sekali lagi, saya ucapkan selamat tahun baru 2009 kepada siapa saja yang mampir ke blog ini.

Semoga tahun 2009 ini kita sambut dan jalani dengan lebih optimis.

Selamat Tahun Baru Hijriyah (1 Muharram 1430 H)

•Desember 28, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Semoga di sisa umur yang tertinggal ini, kita bisa semakin meningkatkan kualitas ibadah kita, dan lebih dekat lagi dengan Allah SWT.

Secara khusus, saya memiliki harapan untuk bisa terlibat di lebih banyak proyek open source. Dengan demikian, saya berharap hasil kerja ini bisa dinikmati oleh lebih banyak orang dan memiliki nilai ibadah (tentunya pahala) dari Allah SWT.

Semoga masih ada sisa umur untuk itu.

Amin.

Buku TIK SMA/MA Berbasis FOSS

•Desember 24, 2008 • 1 Komentar

Alhamdulillah, ternyata sudah terbit buku TIK untuk SMA/MA yang berbasiskan FOSS. Buku-buku tersebut diterbitkan atas kerja sama Ristek, Depdiknas, dan Depkominfo. Buku ini sudah mencakup materi-materi TIK untuk siswa kelas X, XI, dan XII. Tentunya, berbasis KTSP.

Anda bisa mengunduh buku ini gratis dari situs BSE atau dari taut yang kami sediakan pada halaman Rak Buku.